Kerjasama STT Indonesia Jakarta dengan UIN Walisongo Semarang

Sekolah Tinggi Teologi (STT) Indonesia Jakarta dan Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang resmi menjalin kerja sama akademik pada Jumat, 11 Juli 2025. Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan di kampus UIN Walisongo Semarang dengan penuh suasana keakraban. Dari pihak UIN Walisongo, penandatangan dilakukan oleh Dekan Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, Dr. H. Mokh. Sya’roni, M.Ag.. Sementara dari pihak STT Indonesia, penandatangan dilakukan oleh Ketua STT Indonesia, Dr. Bobby Putrawan, M.Th.. Kehadiran jajaran pimpinan dari kedua institusi semakin menambah semarak acara.

Dalam sambutannya, Dr. H. Mokh. Sya’roni, M.Ag. menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kajian akademik lintas disiplin dan lintas iman. Ia menegaskan pentingnya membangun relasi yang sehat antara lembaga Islam dan Kristen dalam bidang pendidikan tinggi. Kerja sama ini, menurutnya, menjadi kontribusi nyata bagi pengembangan keilmuan yang lebih terbuka dan inklusif. Hal senada disampaikan oleh Dr. Bobby Putrawan, M.Th. yang menekankan bahwa pendidikan teologi dan filsafat membutuhkan dialog yang hidup dengan berbagai tradisi. Dengan demikian, kedua pihak dapat saling memperkaya dalam membangun pemikiran yang konstruktif.

Ruang lingkup kerja sama ini meliputi penelitian bersama, pertukaran dosen, pengembangan kurikulum, serta penyelenggaraan seminar dan konferensi. Selain itu, kedua institusi juga sepakat untuk mendorong program pengabdian masyarakat yang berorientasi pada perdamaian dan kebersamaan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu membentuk mahasiswa yang kritis, toleran, dan peduli pada persoalan sosial. Dengan adanya kerja sama ini, peluang pengembangan akademik lintas institusi semakin terbuka lebar. Hal ini menegaskan bahwa pendidikan dapat menjadi jembatan penghubung di tengah perbedaan.

Penandatanganan kerja sama antara STT Indonesia Jakarta dan UIN Walisongo Semarang menjadi simbol penting dari semangat persatuan dalam keberagaman. Acara ini bukan hanya seremonial, tetapi juga langkah nyata menuju kolaborasi berkelanjutan. Kehadiran kedua pimpinan lembaga memperlihatkan komitmen bersama dalam menghadirkan pendidikan yang berorientasi pada dialog dan transformasi. Melalui kerja sama ini, kedua institusi optimis dapat memberikan kontribusi signifikan bagi masyarakat luas. Pada akhirnya, kerja sama ini menegaskan kembali bahwa ilmu pengetahuan adalah sarana untuk memperkuat toleransi dan harmoni antarumat beragama di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *