Implementasi kerja sama akademik antara Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, STT Indonesia Jakarta, dan UIN Walisongo Semarang menunjukkan hasil nyata melalui terbitnya sebuah penelitian internasional. Artikel ilmiah berjudul “Onen Fua Tulu’: a study on the presence of pre-Christian cultural elements in Christian congregation early harvesting services on Timor island” resmi dimuat dalam jurnal bereputasi Culture and Religion: An Interdisciplinary Journal, Volume 24, Nomor 4, (2024): 446–469. https://doi.org/10.1080/14755610.2025.2534353. Publikasi ini dapat diakses melalui tautan resmi Taylor & Francis. Karya tersebut menjadi bukti sinergi penelitian lintas institusi dan lintas iman yang berhasil menembus jurnal internasional. Penelitian ini juga mendapat dukungan pendanaan dari Universitas Kristen Artha Wacana Kupang dan UIN Walisongo Semarang sebesar Rp. 78.672.750,- sebagai bentuk komitmen mendukung riset kolaboratif.
Penelitian ini menjelaskan kehadiran unsur budaya pra-Kristen dalam tradisi syukur panen di jemaat-jemaat Kristen di Pulau Timor. Fokusnya adalah bagaimana gereja-gereja berupaya menginkorporasi ritual adat Pen Suf Bie, yang sebelumnya dipersembahkan kepada roh, menjadi sebuah ibadah syukur kepada Allah. Transformasi tersebut memperlihatkan adanya dinamika antara iman Kristen dan budaya lokal. Artikel ini juga menyoroti peran sinode dan jemaat dalam memaknai ulang simbol-simbol tradisi agar tetap relevan secara teologis. Dengan demikian, penelitian ini menghadirkan wawasan baru tentang perjumpaan iman dan budaya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima unsur budaya pra-Kristen yang tetap hadir dalam ibadah panen Kristen di Timor. Pertama, waktu pelaksanaan ibadah yang selaras dengan kalender panen tradisional. Kedua, ibadah dijalankan sebagai momen kebersamaan keluarga, persaudaraan, dan sukacita. Ketiga, doa-doa dinaikkan dengan bahasa puitis, ritmis, serta disertai sikap berlutut. Keempat, mimbar gereja berfungsi menyerupai altar adat. Kelima, ibadah diakhiri dengan perjamuan makan bersama sebagai simbol persekutuan.
Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, diskusi kelompok terarah, dan studi pustaka. Analisis dilakukan dengan kerangka tipologi transformasi ala Richard Niebuhr mengenai relasi antara Kristus dan budaya. Dengan pendekatan tersebut, penelitian menegaskan bahwa gereja berperan aktif dalam mentransformasi tradisi lokal agar sejalan dengan iman Kristen tanpa kehilangan akar budaya. Publikasi ini diharapkan membuka ruang dialog lebih luas tentang relasi agama dan budaya di Indonesia. Ke depan, kolaborasi riset lintas institusi semacam ini dipandang strategis untuk memperkaya wacana akademik global.
Link Artikel: https://www.tandfonline.com/eprint/FGVYJQ6USCEQZ56TIXYY/full?target=10.1080/14755610.2025.2534353#abstract
