Analisis Pemikiran Paul F. Knitter Untuk Mengatasi Masalah Kemiskinan Di Toraja

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Seruni Ra'ba Bara' Tiku

Abstract

The Torajan community faces complex challenges related to poverty, despite having strong cultural traditions and social solidarity. Factors such as limited infrastructure, high customary costs, and economic inequality exacerbate the socio-economic conditions in the region. This study seeks to analyze Paul Knitter’s thoughts, particularly the soteriocentric correlational dialogue approach, as a response to these poverty challenges. By employing a literature review method specifically textual and critical analyses of Knitter’s works this study examines key texts, such as One Earth Many Religions, along with statistical reports and literature on Torajan local traditions.


The findings indicate that Knitter's approach is highly relevant in the context of Toraja. The religious diversity in the region can serve as a foundation for collaboration to address poverty through soteriocentric correlational dialogue, where dialogue is implemented through tangible actions focused on societal welfare and justice. This study aims to make a significant contribution to the development of interfaith dialogue and evaluate the relevance of Paul F. Knitter’s ideas in addressing the poverty challenges faced by the Torajan community.


 


Masyarakat Toraja menghadapi tantangan kemiskinan yang kompleks, meskipun memiliki tradisi budaya dan solidaritas sosial yang kuat. Faktor-faktor seperti keterbatasan infrastruktur, biaya adat yang tinggi, dan ketimpangan ekonomi memperparah kondisi kemiskinan di wilayah tersebut. Penelitian ini menganalisis pemikiran Paul Knitter, khususnya pendekatan dialog korelasional yang soteriosentris untuk merespons tantangan kemiskinan tersebut. Dengan menggunakan metode studi literatur yaitu analisis teks dan analisis kritis terhadap pemikiran Paul F. Knitter, penelitian ini mengkaji karya-karya utama Knitter, seperti Satu Bumi Banyak Agama, serta laporan statistik dan literatur tentang tradisi lokal Toraja.


Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan Knitter sangat relevan dalam konteks Toraja. Keberagaman agama di Toraja dapat menjadi sarana kerjasama untuk mengatasi masalah kemiskinan dengan menggunakan pendekatan dialog korelasional yang soteriosenttris di mana dialog dilakukan dengan hasil kerja nyata dengan fokus kepada kesejahteraan dan keadilan dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan kontribusi dalam pengembangan dialog antaragama serta mengevaluasi relevansi pemikiran Paul F. Knitter dalam mengatasi kemiskinan di Toraja.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Ra’ba Bara’ Tiku, S. (2023). Analisis Pemikiran Paul F. Knitter Untuk Mengatasi Masalah Kemiskinan Di Toraja. Indonesian Journal of Religious, 6(2), 113–128. https://doi.org/10.46362/ijr.v6i2.39

References

  1. Abduh, Moh Rifa’i. “Kerjasama Ekonomi Lintas Iman: Studi terhadap Peran Forum Persaudaraan Umat Beriman (FPUB) Yogyakarta dalam Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Lereng Merapi.” Religi Jurnal Studi Agama-agama 12, no. 1 (2018): 39–57.
  2. Badan Pusat Statistik. “Profil Kemiskinan Kabupaten Tana Toraja Maret 2024.” Badan Pusat Statistik Kabupaten Tana Toraja, Mei 9, 2024. Diakses Januari 16, 2025. https://tatorkab.bps.go.id/id/pressrelease/2024/09/05/273/profil-kemiskinan-kabupaten-tana-toraja-maret-2024.html.
  3. Badan Pusat Statistik Kabupaten Toraja Utara. Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Toraja Utara. Rantepao: Badan Pusat Statistik Kabupaten Toraja Utara, 2024. chrome-extension://efaidnbmnnnibpcajpcglclefindmkaj/https://web-api.bps.go.id/download.php?f=g8PHEcdBLAKU4WyNajbei1lpVFBabGpjK3YrQTNXU3k3RUQ3NitYRWtJWlNOM3VJRWNqNUtCMVZ6ZGhIY1FsOWxWbmlXRTB1eXdIYXEyZEM1bSsxeXJsVVlzTnNDcGZxbnpQdUVZcXBjSHNMb0pxUnVxNjlEUUtqMjVaR3BSbGtNa2J1eXBlOVF1UHdKVkVMcDVUOXBiSWdGS3FOUnFYQnlKMTF2YWpzb0NiVEE1RC92bUJOU2g2NUpmOUV6am9LRjNMZUdma25QTWFUN0Mxb0syUFk5RDFqWXVsSU8xdW0wdGU3YnZ3RU5rSEtpVXQ4N2c5dzcxYVB6d0RxaEFIUDVYUzBpMDlLZ3lab1RtZml6aE9TOXBZeXQzWlI5L2ROWndLL0l6WDZzTXJOdzVCOU15ZHR5Zm9mU21JPQ==&_gl=1*wq98zr*_ga*MTg2NjI3MTA0Mi4xNzE4OTczNjc5*_ga_XXTTVXWHDB*MTczNjkxMjc4Ni40LjEuMTczNjkxMzAzNC4wLjAuMA.
  4. Gelstry, Rati Pundissing, dan Jemi Pabisangan Tahirs. “Analisis Karakteristik Biaya Pelaksanaan Upacara Rambu Solo’ Studi Kasus di Kecamatan Sangalla’ Kabupaten Tana Toraja.” Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran 7, no. 3 (2024): 7246–7252.
  5. Harmakaputra, Hans Abdiel. Melepas Bingkai: Upaya Pencarian Jalan-jalan lain yang mengatasi Kebuntuan Model Pendekatan Tipologi Tripolar dalam Diskursus Teologi Agama-agama Kontenporer. Jakarta: Grafika KreasIndo, 2014.
  6. Knitter, Paul F. (2005). Menggugat Arogansi Kekristenan. Yogyakarta: Kanisius.
  7. Knitter, Paul F. (2008). Satu Bumi Banyak Agama. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
  8. Markus, Feky. (2022). Kekerabatan Orang Toraja Kristen-Islam Berdasarkan Nilai Kultural Tongkonan dan Falsafah Misa’ Kada Dipotuo, Pantan Kada Dipomate. ARUMBAE: Jurnal Ilmiah Teologi dan Studi Agama, 4(2), 190-203. https://doi.org/10.37429/arumbae.v4i2.852
  9. Mustaqimah, Khodijah, Sri Hartoyo, dan Idqan Fahmi. “Peran Belanja Modal Pemerintah dan Investasi Pembangunan Manusia dalam Mengurangi Tingkat Kemiskinan di Indonesia.” Vol . 1, no. 1 (2022): 1–15.
  10. Pongdatu, Laurenzia Putri Salo, dan Arthur Huwae. “Religiosity and Family Resilience Who Perform Rambu Solo’ Ritual in Toraja.” SOSIOHUMANIORA: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Dan Humaniora 10, no. 1 (Januari 22, 2024): 1–13.
  11. Rerung Sau, Yohanis. “Kajian Perumusan Permasalahan dan Isu Isu Strategis Kabupaten Toraja Utara Tahun 2021 –2026.” Majalah Media Perencana 2, no. 1 (2021): 75–99.
  12. Silimbulang, Gregorius. “Refleksi Teologis Panggilan Gereja: Penginjilan dan Tanggung Jawab Sosial dalam John Stott.” Veritas: Jurnal Teologi dan Pelayanan 21, no. 1 (Mei 13, 2022): 34–59.
  13. Totanan, Chalarce, Made Sudarma, Gugus Irianto, dan Unti Ludigdo. “Noema Ang Noesis Concep of Debt in Rambu Solo’ Culture (Study in Toraja Society.” Jurnal The International Institute for Science, Technology and Education (IISTE) 6, no. 10 (2015): 57–64.
  14. Welem, Theofilus. “Karapasan dan Kasiturusan: Peran Tradisi Lisan dalam Upaya menjaga Relasi Masyarakat Lintas Iman di Tana Toraja.” Tambo: Journal of Manuscript and Oral Tradition 1, no. 1 (Desember 31, 2023): 27–38.
  15. World Council of Churches. Iman Sesamaku dan Imanku: Untuk Memperkaya Penghayatan Theologi Kita Melalui Dialog Antar Agama. Diterjemahkan oleh Eka Darmaputera. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1994.