Misi Pekabaran Injil dalam Jebakan Isu Kristenisasi: Suatu Upaya Mengembalikan Model Penginjilan Alternatif yang Inklusif dalam Keberagaman Indonesia The Mission of Evangelism in the Trap of Christianization Issues: An Effort to Restore an Inclusive Alternative Model of Evangelism in Indonesia's Diversity Section Articles
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstract
The mission of evangelism in Indonesia often faces obstacles because non-Christian communities, especially Muslims, identify it as a Christianization movement, which they consider apostasy. This issue has long been exploited as a trigger for radical Islamic movements and inter-religious conflict. This study aims to distinguish between the authentic mission of evangelism and the practice of Christianization as accused by non-Christians, as well as to propose an inclusive and contextual alternative model of evangelism in the pluralistic context of Indonesia. The research employs a descriptive qualitative method through library research and in-depth observation of empirical facts, including viral news, YouTube content, and historical documents related to Christianization issues in Indonesia. The findings reveal that evangelism and Christianization differ fundamentally in terms of motivation, methods, orientation, and principles. Evangelism is driven by love and the glory of Christ, using constructive and non-coercive approaches, whereas Christianization tends to be pragmatic, destructive, and coercive. The study also identifies various modes of accusation that often conflate social services with proselytization.
Contribution: This research contributes a clear conceptual distinction between evangelism and Christianization, along with practical guidelines for Christian missionaries and churches in Indonesia. It also offers an inclusive, culturally sensitive model of evangelism that respects Indonesia's diversity and legal framework, thereby helping to reduce inter-religious tensions.
Misi pekabaran Injil di Indonesia kerap terkendala karena kalangan non-Kristen, terutama umat Muslim, mengidentifikasikannya sebagai gerakan kristenisasi yang dianggap sebagai pemurtadan. Isu ini sejak lama dipicu sebagai pemicu munculnya gerakan radikal Islam dan konflik antarumat beragama. Penelitian ini bertujuan untuk membedakan antara misi pekabaran Injil yang autentik dengan praktik kristenisasi sebagaimana dituduhkan oleh kalangan non-Kristen, serta menawarkan model penginjilan alternatif yang inklusif dan kontekstual dalam keberagaman Indonesia. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui kajian pustaka dan pengamatan mendalam terhadap fakta empirik, termasuk pemberitaan viral, konten YouTube, serta dokumen sejarah terkait isu kristenisasi di Indonesia. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pekabaran Injil dan kristenisasi berbeda secara fundamental dalam hal motivasi, metode, orientasi, dan asas. Pekabaran Injil dilandasi kasih dan kemuliaan Kristus dengan pendekatan konstruktif dan tanpa paksaan, sementara kristenisasi cenderung pragmatis, destruktif, dan memaksa. Penelitian ini juga mengidentifikasi berbagai modus tuduhan yang sering menyamarkan kegiatan sosial sebagai upaya proselitisme.
Kontribusi: Penelitian ini memberikan distingsi konseptual yang jelas antara pekabaran Injil dan kristenisasi, serta panduan praktis bagi para misionaris dan gereja di Indonesia. Selain itu, penelitian ini menawarkan model penginjilan yang inklusif dan peka budaya, yang menghormati keberagaman dan kerangka hukum Indonesia, sehingga dapat membantu meredakan ketegangan antarumat beragama.
##plugins.themes.academic_pro.article.details##

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
References
- Adeoye, M. A., & Arifudin, M. (2025). Tracing Theology and Historical Praxis in Early Muslim-Christian Relations. Indonesian Journal of Religious, 8(2), 124–148. https://doi.org/10.46362/ijr.v8i2.74.
- Ahmad, I. (2014). Agama sebagai perubahan sosial: Kristenisasi di Tobelo 1866-1942. Lembaran Sejarah, 11(1), 84-98. https://doi.org/10.22146/lembaran-sejarah.23785.
- Aritonang, J. S. (2024). Sejarah perjumpaan Kristen dan Islam di Indonesia. BPK Gunung Mulia.
- Cinta Quran TV. (2019). “9 modus kristenisasi - Hj. Irena Handono.” Youtube, [Video], 5 March. https://www.youtube.com/watch?v=_a8WPwkYnw4.
- Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.
- Crouch, M. (2014). Law and religion in Indonesia: Conflict and the courts in West Java. Routledge.
- Ernes. (2004). Mengenal 185 negara di dunia. Restu Agung.
- Honig, A. G. (1994). Agama-agama di dunia. BPK Gunung Mulia.
- Hukmana, S.Y. (2018). Din Syamsuddin: Isu kristenisasi picu radikalisme di Indonesia. https://www.medcom.id/nasional/peristiwa/zNP0m6ON-din-syamsuddin-isu-kristenisasi-picu-radikalisme-di-indonesia.
- Indoprogress. (2018). “Kristenisasi dan Islamisasi atau apa tugas kita hari ini?.” Indoprogress, March. https://indoprogress.com/2018/03/kristenisasi-dan-islamisasi-atau-apa-tugas-kita-hari-ini.
- Jurnalislam.com. (n.d.). Din Syamsuddin tanggapi isu kristenisasi di Lombok. https://jurnalislam.com/din-syamsuddin-tanggapi-isu-kristenisasi-di-lombok.
- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2016). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Edisi V. Jakarta: Balai Pustaka. https://kbbi.web.id.
- Lekatompessy, R. R., & Sopacua, S. (2024). Merawat Kemajemukan: Peran Pendidikan Agama Kristen dalam Menjaga Keharmonisan Antar Agama di Negeri Maneoratu. MODERATE: Journal of Religious, Education, and Social, 2(1), 21–41. https://doi.org/10.46362/moderate.v2i1.13.
- Mansur, S. (2014). Pemikiran intelektual Muslim tentang kristenisasi di Indonesia 1966-1998: Studi pemikiran Mohammad Natsir, Hasbullah Bakry dan Abujamin Roham. ALQALAM, 31(1), 157-182. https://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/alqalam/article/view/1109.
- Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi Revisi). PT Remaja Rosdakarya.
- Mubarok, H. (2014). Babak baru ketegangan Islam dan Kristen di Indonesia. Studia Islamika, 21(3), 451-484. https://doi.org/10.15408/sdi.v21i3.1221.
- Shihab, A. (1998). Membendung arus: Respons gerakan Muhammadiyah terhadap penetrasi misi Kristen di Indonesia. Mizan.
- Sinaga, A. V., Mussu, R. E., & Winanto, N. (2025). Kerukunan Beragama di Tengah Perbedaan Agama-Agama dan Moderasi Beragama di Indonesia: Suatu Perspektif Teologis: Religious Harmony Amid Religious Differences and Religious Moderation in Indonesia: A Theological Perspective. Journal of Religious and Socio-Cultural, 6(1), 45-65. https://doi.org/10.46362/jrsc.v6i1.230.
- Siswosoebroto, Y. B. S. (1977). Siapa sebenarnya Juruselamat dunia? Penerbit Persatuan.
- Syahida. (2014, November 9). Video aksi kristenisasi terselubung di Car Free Day Jakarta terekam kamera. https://www.syahida.com/2014/11/09/564/video-aksi-kristenisasi-terselubung-di-car-free-day-jakarta-terekam-kamera.
- Thorin. (2012). Metode kualitatif dalam pendidikan dan bimbingan konseling. PT Grafindo Persada.
- Utomo, B. R. (1992). Sekilas mengenal berbagai agama dan kepercayaan di Indonesia. Gandum Mas.