https://indonesiastt.ac.id/journal/index.php/ijs/issue/feedIndonesian Journal of Service2026-01-02T03:49:49+00:00Dr. Yusak Tanasyahytanasyah@gmail.comOpen Journal Systems<p>The <em data-start="4" data-end="46">Indonesian Journal of Services</em> (e-ISSN: <a href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/20250507020608550" target="_blank" rel="noopener">3090-3785</a>) is a biannual, multidisciplinary scientific journal published by Indonesia Press, under the Department of Research and Community Services at Sekolah Tinggi Teologi Indonesia (STTI); and <a href="https://ptaki.or.id/journals/" target="_blank" rel="noopener">the Indonesia Christians Theologian Association (PTAKI)</a>. It addresses national-level issues related to community services, covering a wide range of common challenges. The journal aims to share conceptual ideas and research findings in the field of community services. It features various activities conducted by STTI faculty and other university staff in addressing societal potentials, obstacles, challenges, and problems. These service activities involve community and partner participation, with the goal of enhancing societal welfare. Articles are published in May and November each year. Authors interested in submitting their work may do so in either English or Bahasa Indonesia.</p>https://indonesiastt.ac.id/journal/index.php/ijs/article/view/51Misi Pekabaran Injil dalam Jebakan Isu Kristenisasi: Suatu Upaya Mengembalikan Model Penginjilan Alternatif yang Inklusif dalam Keberagaman Indonesia2026-01-02T03:49:49+00:00Yuniarti Batubarayunibatubara012@gmail.com<p><em>The mission of evangelism in Indonesia often faces obstacles because non-Christian communities, especially Muslims, identify it as a Christianization movement, which they consider apostasy. This issue has long been exploited as a trigger for radical Islamic movements and inter-religious conflict. This study aims to distinguish between the authentic mission of evangelism and the practice of Christianization as accused by non-Christians, as well as to propose an inclusive and contextual alternative model of evangelism in the pluralistic context of Indonesia. The research employs a descriptive qualitative method through library research and in-depth observation of empirical facts, including viral news, YouTube content, and historical documents related to Christianization issues in Indonesia. The findings reveal that evangelism and Christianization differ fundamentally in terms of motivation, methods, orientation, and principles. Evangelism is driven by love and the glory of Christ, using constructive and non-coercive approaches, whereas Christianization tends to be pragmatic, destructive, and coercive. The study also identifies various modes of accusation that often conflate social services with proselytization.</em></p> <p><em> </em></p> <p><strong><em>Contribution:</em></strong><em> This research contributes a clear conceptual distinction between evangelism and Christianization, along with practical guidelines for Christian missionaries and churches in Indonesia. It also offers an inclusive, culturally sensitive model of evangelism that respects Indonesia's diversity and legal framework, thereby helping to reduce inter-religious tensions.</em></p> <p><em> </em></p> <p>Misi pekabaran Injil di Indonesia kerap terkendala karena kalangan non-Kristen, terutama umat Muslim, mengidentifikasikannya sebagai gerakan kristenisasi yang dianggap sebagai pemurtadan. Isu ini sejak lama dipicu sebagai pemicu munculnya gerakan radikal Islam dan konflik antarumat beragama. Penelitian ini bertujuan untuk membedakan antara misi pekabaran Injil yang autentik dengan praktik kristenisasi sebagaimana dituduhkan oleh kalangan non-Kristen, serta menawarkan model penginjilan alternatif yang inklusif dan kontekstual dalam keberagaman Indonesia. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui kajian pustaka dan pengamatan mendalam terhadap fakta empirik, termasuk pemberitaan viral, konten YouTube, serta dokumen sejarah terkait isu kristenisasi di Indonesia. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pekabaran Injil dan kristenisasi berbeda secara fundamental dalam hal motivasi, metode, orientasi, dan asas. Pekabaran Injil dilandasi kasih dan kemuliaan Kristus dengan pendekatan konstruktif dan tanpa paksaan, sementara kristenisasi cenderung pragmatis, destruktif, dan memaksa. Penelitian ini juga mengidentifikasi berbagai modus tuduhan yang sering menyamarkan kegiatan sosial sebagai upaya proselitisme.</p> <p><strong> </strong></p> <p><strong>Kontribusi:</strong> Penelitian ini memberikan distingsi konseptual yang jelas antara pekabaran Injil dan kristenisasi, serta panduan praktis bagi para misionaris dan gereja di Indonesia. Selain itu, penelitian ini menawarkan model penginjilan yang inklusif dan peka budaya, yang menghormati keberagaman dan kerangka hukum Indonesia, sehingga dapat membantu meredakan ketegangan antarumat beragama.</p>2025-11-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Yuniarti Batubara