Peran Pendidikan Musik Terhadap Kemampuan Anak Berkebutuhan Khusus Mempelajari Pendidikan Agama Kristen
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstract
Education for children with special needs is held to train their abilities and skills as a means of self-exploration of their limitations. One alternative that can be implemented in music education. Through music, all aspects of the soul and body of children with special needs can be processed properly. Starting from the aspect of focus, children with special needs will be increasingly able to concentrate their eyes and thoughts on the other person and the activities he is doing. Then from the aspect of gestures, children with special needs will be trained to coordinate their body movements systematically, according to the orders and instructions are given, even to their emotional or psychological aspects. Through music, children with special needs will be more sensitive to changes in the surrounding environment. And through music, these children with special needs can train motor skills, improve concentration, grow self-confidence, grow social attitudes and more importantly increase gratitude towards God Almighty and accept their circumstances. Activities in music education include singing with colleagues, playing musical instruments according to physical condition, listening to religious and inspirational songs. From here, Christian parents who have children with special needs must take the role of implementing Christian Religious Education to help their children develop thinking, emotional, behavioral, and speaking capacities. The church must also support the education of children with special needs by providing educational facilities for them in the church or Sunday school.
Pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus diselenggarakan untuk melatih kemampuan dan keterampilan diri sebagai sarana ekplorasi diri atas keterbatasannya. Salah satu alternatif yang dapat dilaksanakan adalah dengan pendidikan musik. Melalui musik, seluruh aspek jiwa dan raga dari anak berkebutuhan khusus dapat terolah dengan baik. Mulai dari aspek daya fokus, anak berkebutuhan khusus akan semakin mampu untuk mengkonsentrasikan pandangan mata dan pikirannya terhadap lawan bicara dan kegiatan yang ia lakukan. Kemudian dari aspek gerak tubuh, anak berkebutuhan khusus akan terlatih untuk mengkoordinasikan gerak tubuhnya dengan sistematis, sesuai dengan perintah dan instruksi-instruksi yang diberikan, bahkan hingga aspek emosi atau kejiwaannya. Melalui bermusik, anak berkebutuhan khusus akan semakin peka terhadap perubahan lingkungan sekitarnya. Dan melalui musik, anak berkebutuhan khusus ini dapat melatih kemampuan motorik, meningkatkan konsentrasi, menumbuhkan rasa percaya diri, menumbuhkan sikap social dan yang lebih penting meningkatkan rasa syukur terhadap Tuhan yang maha esa dan menerima keadaan mereka. Kegiatan dalam pendidikan seni musik yang dilakukan diantaranya bernyanyi bersama teman sejawat, bermain alat musik sesuai kondisi fisik, mendengarkan lagu-lagu religi dan inspiratif. Dari sini orang tua Kristen yang memiliki anak berkebutuhan khusus harus mengambil peran untuk menerapkan Pendidikan Agama Kristen guna menolong anak-anak mereka mengembangkan kapasitas berpikir, emosi, tingkah laku, dan memampuan berbicara. Gereja juga harus mendukung pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus dengan menyiapkan sarana prasarana pendidikan bagi mereka di dalam gereja atau sekolah minggu.
##plugins.themes.academic_pro.article.details##

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NoDerivatives 4.0 International License.
References
- Budiarjo, Tri. Pelayanan Anak Yang Holistik, Yogyakarta: Andi, 2011.
- Duma, Damaris. Peran Guru Sekolah Minggu Dalam Membangun Karakter Anak Di Gereja Sebagai Pengikut Kristus, Makale: Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Toraja.
- Eunike, Pratiwi dan Bobby Kurnia Putrawan. "Kajian Pedagogis Guru Pendidikan Agama Kristen terhadap Motivasi Belajar Siswa di Era Pandemi Covid 19: Studi Kasus Siswa SMK Harapan Bagi Bangsa, Jakarta Utara." REGULA FIDEI: Jurnal Pendidikan Agama Kristen 6, no.1 (2021): 32-44. https://doi.org/10.46307/rfidei.v6i1.83.
- Hersin, Alkitab Dasar Pijakan Bagi Sekolah Minggu Sebagai Generasi Penerus Gereja. di akses pada hari selasa 02-11-2021 jam 22:59
- Sutrisno dan Christiani Hutabarat. “Parents And Playing Friends Toward Children Social Development Orangtua Dan Teman Bermain Terhadap Perkembangan Sosial Anak” QUAERENS: Journal of Theology and Christianity Studies 1, no.1 (Juni 2019): 1-11. https://doi.org/10.46362/quaerens.v1i1.15.
- Irdamurni. Memahami Anak Berkebutuhan khusus. Jawa Barat: Goresan Pena, 2016.
- Ismail, Andar. Ajarlah Mereka Melakukan, Jakarta :BPK Gunung Mulia, 2008.
- Jarot, Wijanarko. Mendidik Anak Dengan Hati. Jakarta: Keluarga Indonesia Bahagia, 2016.
- Jeni, Tandi Limbong. Pendidikan Dan Pendampingan Terhadap Anak Sekolah Minggu Untuk Memaknai Tujuan Dari Pak Yakni Yesus Kristus Sebagai Tuhan. diakses pada hari selasa 02-11-2021 jam 23:12
- Listiady, Andrean Ilham, dkk. “Model Pendidikan Karakter Anak Berkebutuhan Khusus Melalui Program Kesenian Ketoprak.” Jurnal Pendidikan Khusus 12, no.2 (2016): 112-124. http://dx.doi.org/10.21831/jpk.v12i2.16528.
- Ndolu, Yopie dan Bobby Kurnia Putrawan. "Pengaruh Gaya Kepemimpinan Gembala Sidang Dan Kesejahteraan Terhadap Motivasi Melayani Guru Sekolah Minggu Di Gbi Jakarta Timur." Jurnal Misioner 1, no.1 (2021): 1-17. https://doi.org/10.51770/jm.v1i1.2.
- Nuhamara, Daniel, dkk, Teologi Anak Sebagai Kajian. Jakarta: PT. Suluh Cendikia, 2018.
- Raka, Gade, Dkk, Pendidikan Karakter di Sekolah dari Gagasan ke Tindakan. Jakarta: Elex media Komputindo, 2013.
- Simorangkir, Melda Rumia Rosmery. Belantara Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus. Jakarta Timur: UKI Press, 2019.
- Siswoyo, Hadi. “Sekolah Minggu Sebagai Sarana Dalam Membentuk Iman Dan Karakter Anak” Jurnal Teologi Sanctm Domine 7, no.1 (2018): 121-134. https://doi.org/10.46495/sdjt.v7i1.47.
- Sutrisno, Peni Hestiningrum, Marthin Steven Lumingkewas, dan Bobby Kurnia Putrawan. “Penerapan Nilai Karakter Bagi Kaum Proletar Usia Remaja di Yayasan Kemah Kasih.” Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat 3, no.2 (2021): 202-212. https:doi.org/10.46445/ejti.v5i2.330.
- Sitorus, Hisardo. “Analisis Pengembangan Variasi Mengajar Guru Sekolah Minggu.” Jurnal Kristian Humaniora 3, no.2 (2019): 162-168. https://doi.org/10.46965/jch.v3i2.132
- Tefbana, Ivana IT, dkk. “Kompetensi Guru Sekolah Minggu Terhadap Keefektifan Mengajar Anak: Suatu Studi Kuantitatif Di Jemaat GPdI El-Shaddai Makassar.” Didache: Journal of Christian Education 1, no. 2 (2020)
- Ummum, Farah, Dkk, Jenis-Jenis Dan Karakteristik Abk (Anak Berkebutuhan Khusus) Di Sekolah Dasar. Semarang: Pendidikan Guru Sekolah Dasar fakultas ilmu pendidikan Universitas Negeri Semarang, 2017.
- Yatmiko, Febri, Dkk. Implementasi Pendidikan Karakter Anak Berkebutuhan Khusus, Journal of Primary Education 4, no.2 (2015): 77-84. https://doi.org/10.15294/jpe.v4i2.10075.
- Yaumi, Muhammad. Pendidikan Karakter. Jakarta: Prenadamedia Group, 2014.
- Yulianingsih, Dwiati. “Upaya Guru Sekolah Minggu dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Alkitab di Kelas Sekolah Minggu.” Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika 3, no.2 (2020): 285-301. https://doi.org/10.34081/fidei.v3i2.186.