Tindakan Korupsi Yang Merusak Etika Ekonomi Dan Bisnis Masa Kini: Tinjauan Etika Kristen Corruption as an Act that Undermines Contemporary Economic and Business Ethics: A Christian Ethical Review Section Articles
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstract
The rampant acts of corruption that occur today in government agencies and in the private sector directly or indirectly affect the economy. This corruptive attitude results in large licensing and operating costs that inevitably will be charged to the price of goods or services produced by the business partner. The high price of goods or services becomes uncompetitive when competing with companies that produce the same product. Christian ethics revolves around morality, which concentrates on whether an action is morally good or bad. This implies that Christian ethics, which is a branch of religious ethics, ensures that human actions are in line with acceptable moral standards, thus contributing a lot to human moral development. Christian ethics forbids and opposes this act of corruption. This writing uses a literature methodology by conducting a literature study from the perspective of David Gushee about the Sermon on the Mount (Matthew 5:1–48) and supporting it with literature related to the problem of corruption. The result is that corruption is still rampant due to the moral dualism of business people and bureaucratic holders, who in practice separate religious ethics from business activities. Business people and bureaucrats know the correct business ethics that they get from religious teachings that they profess but prefer not to do it because of greed, the nature of wanting to get rich quick.
Maraknya tindakan korupsi yang terjadi pada masa kini di instansi pemerintah maupun di sektor swasta, secara langsung atapun tidak langsung berakibat terhadap perekonomian. Sikap koruptif ini mengakibatkan besarnya biaya perijinan dan biaya operasional yang mau tidak mau akan dibebankan kepada harga barang atau jasa yang dihasilkan oleh si partner bisnis tersebut, tingginya harga barang atau jasa tersebut menjadi tidak kompetitif di dalam bersaing dengan perusahaan yang menghasilkan produk yang sama. Etika Kristen berkisar pada moralitas yang berkonsentrasi pada apakah suatu tindakan secara moral baik atau buruk. Ini menyiratkan bahwa etika Kristen yang merupakan cabang dari etika keagamaan memastikan bahwa tindakan manusia sejalan dengan standar moral yang dapat diterima, sehingga banyak berkontribusi dalam perkembangan moral manusia. Etika Kristen melarang dan menentang terhadap tindakan korupsi ini. Penulisan ini menggunakan metodologi literatur dengan melakukan studi literatur dari perspektif David Gushee tentang kotbah dibukit (Matius 5:1-48) serta didukung literatur-literatur yang berhubungan dengan masalah korupsi. Hasilnya Tindakan korupsi masih tetap marak dilakukan diakibatkan adanya dualism moral para pelaku bisnis dan pemegang birokrasi dimana dalam prakteknya mereka memisahkan etika agama dengan kegiatan bisnis, para pelaku bisnis dan pemegang birokarsi mengetahui etika bisnis yang benar yang mereka dapatkan dari ajaran-ajaran agama yg mereka anut tetapi lebih memilih tidak melakukannya karena sifat serakah, tamak, atau sifat ingin cepat kaya.
##plugins.themes.academic_pro.article.details##

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
References
- Adhiputra, Made Wahyu. “Prinsip Etika Dalam Bisnis Hindu (Fenomena Praktik Bisnis Di Era Globalisasi).” Seminar Nasional Universitas Terbuka. Universitas Mahendradatta, Bali, 2014.
- Ardisasmita, Syamasa. “Definisi Korupsi Menurut Perspektifhukum Dan E-Announcement Untuk Tatakelola Pemerintahan Yang Lebih Terbuka, Transparan, Dan Akuntabel.” Seminar Nasional Upaya Perbaikan Sistem Penyelenggaraan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Jakarta, 23 Agustus 2006.
- Babasyan, Tigran. "Corruption VS Christian Ethics." Noravank Foundation, 6 November 2014. http://www.noravank.am/eng/articles/detail.php?ELEMENT_ID=12996.
- Gushee, David & Glen H. Stassen, Kingdom Ethics: Following Jesus in Contemporary Context. Grand Rapid: Eerdmans Publishing, 2016.
- Hagen-Zanker, J. & R. Mallett. How to do a rigorous, evidence-focused literature review in international development: A Guidance Note. London: ODI, 2013.
- Hagen-Zanker, J.; Duvendack, M.; Mallett, R.; Slater, R.; Carpenter, S.; Tromme, M. “Making Systematic Reviews Work for International Development Research.” SLRC Briefing Paper no.1. London: ODI, 2012.
- Hadion Wijoyo & Partono Nyanasuryanadi. "Etika Wirausaha dalam Agama Buddha." Jurnal Ilmu Komputer dan Bisnis, 11, no.2 (2020): 2531-2536. https://doi.org/10.47927/jikb.v11i2.50.
- Puspito, Nanang T., Hibnu Nugroho, & Yusuf Kurniadi (ed.). Pendidikan Anti Korupsi untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, cet.1, 2018.
- Komisi Pemberantasan Korupsi. Buku Saku Untuk Memahami Tindakan Pidana Korupsi. Jakarta: KPK, 2006.
- Komisi Pemberantasan Korupsi. Laporan Akuntabilitas Kinerja, Jakarta: KPK, 2017
- Kostyó, Kenneth, Adhi Ardian Kustiadi, & Dwipoto Kusumo (ed.). Mencegah Korupsi Dalam Pengadaan Barang dan Jasa Publik. Jakarta: Transparancy International, 2006.
- Šumah, Štefan. “Corruption, Causes, and Consequences,” in Trade and Global Market, 1st ed. (Rijeka, Croatia: InTech, 2018), https://doi.org/10.5772/intechopen.72953.
- Supriadi, Made Nopen, Iman Kristina Halawa, & Regueli Daeli. Tinjauan Teologis Realisasi Perintah Jangan Mencuri Dalam Keluaran 20: 15 Berdasarkan Perspektif Sejarah Penebusan. Luxnos: Jurnal Sekolah Tinggi Teologi Pelita Dunia, 6, no.2 (2020): 213–234. https://doi.org/10.47304/jl.v6i2.43.
- The World Bank. The Cost of Corruptions. 2004. Available from: http://go.worldbank.org/LJA29GHA80 [Accessed: July 3, 2023].
- Wijaya, Yahya & Nina Mariani Noor. Etika Ekonomi Dan Bisnis Perspektif Agama-Agama Di Indonesia. Globethics.net; 1st edition, 31 Desember 2014.