Pengaruh Pendidikan Karakter Ki Hadjar Dewantara Dan Pendidikan Agama Kristen Dalam Membangun Karakter Anak Di Sekolah The Influence of Ki Hadjar Dewantara’s Character Education and Christian Religious Education in Building Students’ Character in Schools Section Articles

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Yoser Yoli Wallangara
Novida Dwici Yuanri Manik
Netti Rismawati
Lionarto Erson Jayadi

Abstract

Ki Hadjar Dewantara is a bearer or originator of character education. In the field of education he is known as the father, the great teacher in the field of education at that time. His name is remembered until now, because his movement brought the Indonesian nation. National education refers to his name. The method used is descriptive and comparative analysis techniques. In the results of Ki Hadjar Dewantara's research, it was found that there is a close relationship in character but focuses on a good personality and upholds good values ​​or attitudes to the Indonesian nation. and a high sense of love for the Indonesian nation, and has a distinctive culture, and has a high personality and leads the Indonesian nation. and as the Father of Indonesian National Education Ki Hadjar Dewantara. This shows that the school as a formal educational institution has a fairly heavy load in carrying out the educational mission. In relation to character education, the Indonesian people really need quality human resources (human resources) to support the implementation of development programs properly. quality education is needed, which can support the achievement of the nation's ideals of having quality resources. This is related to the formation of the character of students so that they are able to compete, be ethical, have morals, be polite and interact with the community. Education that is urgently needed today is education that can integrate character education with education that can optimize the development of all dimensions of children (cognitive, physical, socio-emotional, creativity, and spiritual).


 


Ki Hadjar Dewantara adalah  seorang pengusung atau pencetus tentang pendidikan karakter. Di dalam bidang pendidikan dia dikenal sebagai Bapak, Guru Besar di bidang pendidikan pada jamannya. Namanya dikenang sehingga saat sekarang ini, karena pergerakannya membawa Banggsa Indonesia. pendidikan Nasional merujuk pada Namanya. Metode yang digunakan teknik analisis deskriptif dan kompratif. Dalam hasil penelitian Ki Hadjar Dewantara di temukan yang namanya pertalian erat dalam karakter melainkan berfokus pada kepribadian yang baik dan Menjunjung tinggi nilai atau sikap yang baik pada Bangsa Indonesia. dan rasa cintainya yang tinggi pada Bangsa Indonesia, serta memiliki budaya yang khas, Dan memiliki kepribadian yang tinggi dan mengantar bangsa Indonesia. dan sebagai Bapak Pendidikan Nasional Indonesia Ki Hadjar Dewantara. Hal ini menunjukkan bahwa sekolah sebagai suatu lembaga pendidikan formal mempunyai suatu muatan beban yang cukup berat dalam melaksanakan misi pendidikan tersebut. Kaitaannya dengan pendidikan karakter, bangsa Indonesia sangat memerlukan SDM (sumber daya manusia) yang bermutu untuk mendukung terlaksananya program pembangunan dengan baik. dibutuhkan pendidikan yang berkualitas, yang dapat mendukung tercapainya cita-cita bangsa dalam memiliki sumber daya yang bermutu, Hal tersebut berkaitan dengan pembentukan karakter peserta didik sehingga mampu bersaing, beretika, bermoral, sopan santun dan berinteraksi dengan masyarakat. Pendidikan yang sangat dibutuhkan saat ini adalah pendidikan yang dapat mengintegrasikan pendidikan karakter dengan pendidikan yang dapat mengoptimalkan perkembangan seluruh dimensi anak (kognitif, fisik, sosial-emosi, kreativitas, dan spiritual).

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Wallangara, Y. Y. ., Manik, N. D. Y., Rismawati, N., & Jayadi, L. E. (2023). Pengaruh Pendidikan Karakter Ki Hadjar Dewantara Dan Pendidikan Agama Kristen Dalam Membangun Karakter Anak Di Sekolah: The Influence of Ki Hadjar Dewantara’s Character Education and Christian Religious Education in Building Students’ Character in Schools. Indonesian Journal of Religious, 6(1), 1–13. https://doi.org/10.46362/ijr.v6i1.16

References

  1. Anggereany, Rolina Ester Kaunang. “Urgensi kompetensi sosial Guru Pendidikan Agama Kristen Dalam Menciptakan Proses Pembelajaran.” Tumou Tou 4, no. 1 (2017): 69–78.
  2. Departemen Pendidikan Nasional. Peraturan pemerinah Nomor 19 Tahun 2005. http://www.google. com/ Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pada pelajaran matematika di SMP, 2005.
  3. Dewantara, Ki Hadjar. Pemikiran Ki Hadjar Dewantara tentang Pendidikan.
  4. GP, Harianto. Pendidikan Agama Kristen dalam Alkitab & Pendidikan dunia Masa Kini. Yogyakarta: ANDI, 2012.
  5. I.G.N., Santika, Kartika, I. M., & Wahyuni, N. W. R.. “Pendidikan Karakter: Studi Kasus Peranan Keluarga Terhadap Pembentukan Karakter Anak Ibu Sunah Di Tanjung Benoa. Widya Accarya 10, no.1 (2019): 54-66, https://doi.org/10.46650/wa.10.1.864.%25p.
  6. Nainggolan. Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen kontekstual 2, no. 2 (2019): 148.
  7. Nuhamara, Daniel. Pembimbing PAK. Bandung: Penerbit Jurnal Info Media, 2009.
  8. Nurika, Linda Lestari & Fitri Wahyuni Frasiwi. Pembentukan Karakter Kedisiplinan Pada Remaja.
  9. Kemendiknas. Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter bangsa, 2010. https://www.google.com/new indonesia.org/.../pengembangan-pendidikan-budaya-dan-karakter-bangsa.
  10. Papasi, Jafarhari. “Meningkatkan motivasi Belajar Siswa dengan menggunakan Metode Kerja Kelompok Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen di SMP Negeri I Totikum Sulawesi Tengah,” Jurnal Paedagogy: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan 7, no.2 (2020): 339–347, http://139.59.120.216/index.php/pedagogy/article/view/2879.
  11. Jurnal teologi dan Pendidikan kristen kontekstual 2, no. 2 (2019): 148, 14
  12. R. Robert. Boehlke, (1994). Sejarah perkembangan Pemikiran dan praktek Pak dari Plato sampai Ig. Loyola, BPK Gunung mulia,.
  13. Sokawati, Bambang. Ki Hadjar Dewantara Ayahku. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 1989.
  14. Sutrisno and Christiani Hutabarat. “Orangtua Dan Teman Bermain Terhadap Perkembangan Sosial Anak (Parents And Playing Friends Toward Children Social Development)”. QUAERENS: Journal of Theology and Christianity Studies 1, no. 1 (2019): 28-55. https://doi.org/10.46362/quaerens.v1i1.15.
  15. Sutrisno, Peni Hestiningrum, Marthin Steven Lumingkewas, and Bobby Kurnia Putrawan, "Christian Religious Education Toward The Teenagers Character 75 Building." EVANGELIKAL: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat 5, no.2 (2021): 202-212. https://doi.org/10.46445/ejti.v5i2.330.
  16. Tanya, Eli. Gereja dan Pendidikan Agama Kristen;mencermati Peranan Pedagogis Gereja, Cipanas: STT Cipanas, 2006.
  17. Tiur, Butar Butar “Peningkatan Motivasi Belajar Pendidikan agama kristen melalui Metode Belajar kelompok dan Tanya jawab Kelas VI SDN 164522 Kota Tebing tinggi,” Jurnal Handayani 3, no. 1 (2015): 40–47, https://doi.org/10.24114/jh.v3i1.2156.